Showing posts with label Ruang Tunggu. Show all posts
Showing posts with label Ruang Tunggu. Show all posts

Saturday, November 29, 2008

T-DAY


Hari Thanksgiving (T-Day) dirayakan dibeberapa negara dengan latar belakang yang berbeda dan tanggal yang berbeda. Di Canada, dirayakan setiap 2nd Monday in October (jatuh pada tanggal 13 Oktober 2008), sedangkan di US, dirayakan setiap 4th Thursday in November (U.S.) 2008 yang jatuh pada tanggal 27 November 2008 .

Menurut dari Wikipedia, Tradisi merayakan Thanksgiving dengan makan bersama dimulai di Amerika pada tahun 1621. Kaum pilgrim yang bermukim di Plymouth Massachusetts mengadakan pesta makan bersama penduduk asli Amerika suku Wampanoag. Tradisi pesta makan Thanksgiving berlanjut hingga sekarang dan disebut "makan malam Thanksgiving" dengan menu utama berupa kalkun. Untuk lengkapnya silahkan baca di http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pengucapan_Syukur atau http://en.wikipedia.org/wiki/Thanksgiving .

Apapun sejarahnya dan tanggal berapapun perayaannya, tidaklah menjadi point utama bagi saya. Yang jelas, hari ini, saya benar-benar mengucap syukur, berterima kasih pada Tuhan, karena sekali lagi, Dia membuktikan bahwa sesuatu yang tampak mustahil, tidaklah menjadi mustahil bagi Dia.

Yup...hasil ujian Sertifikasi yang saya cemaskan sudah keluar. Malam tadi, ketika saya sedang bertemu dengan 2 orang teman saya, tiba-tiba ada SMS masuk ke HP saya. Ternyata dari rekan kantor saya, yang merupakan koordinator ujian Sertifikasi. Beliau mengabarkan bahwa hasil ujian Nasional tersebut sudah keluar. Saya heran, karena lebih cepat dari jadwal semula, tgl 29 November 2008. Kemudian saya membalas SMS dan meminta format SMS untuk menanyakan nilai. Maklum, jaman sekarang ini, pemanfaatan SMS sudah sangat meluas. Termasuk penggunaan SMS sebagai sarana mengakses nilai ujian dari Badan Sertiikasi Nasional ini. 

Ketik SMS = xxxx [spasi] nilai [spasi] nomer id, kirim ke 6768

Dengan cepat saya segera mengirimkan SMS dengan format tersebut.
Tak lama kemudian, masuk SMS balasan,

“Maaf, layanan utk sementara tidak dapat digunakan”.

Halah...halah...Saya berpikir, ini sebenernya error atau memang belum tersedia informasinya.
Saya tidak mencoba mengirim ulang SMS, karena saya pikir, ya sudah besok saja.
Namun 2 menit kemudian ada SMS masuk lagi.

“Nomer ID Anda XXXXXXXXXXX. Nilai Anda pada pelaksanaan ujian tanggal 15 November 2008 Tingkat 2 adalah XX”

Wah....Puji Tuhan. Saya lulus.
Dari 50 soal, ternyata 2 soal salah. Amazing rasanya kalau membayangkan persiapan yang saya lakukan. Saya jadi teringat kata-kata seorang sahabat saya, “Kamu sudah mengusahakan yang terbaik dari kamu, berdoa saja, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan”.

Saya jadi ingin menyanyikan lagu lama berjudul Pelangi Kasih,

Apa yang kau alami kini
Mungkin tak dapat engkau mengerti
Satu hal tanamkan di hati
Indah semua yang Tuhan b’ri

Tuhan-mu tak akan memberi
Ular beracun pada yang minta roti
Cobaan yang engkau alami
Tak melebihi kekuatanmu

Tangan Tuhan sedang merenda
Suatu karya yang agung mulia
Saatnya kan tiba nanti
Kau lihat pelangi kasih-Nya

Saya tertegur, seringkali, saya lupa untuk mengucap syukur dan lupa untuk berserah pada Tuhan, terutama ketika kejadian yang tidak mengenakkan terjadi. Padahal, seringkali dalam banyak hal Tuhan memperlihatkan pelangi kasih-Nya, tak pernah berhenti, bahkan sehabis “hujan”, pelangi kasih-Nya tampak begitu indah.
Selengkapnya...

Sunday, May 25, 2008

Healing A Broken Heart

Beep beep… sebuah pesan masuk ke Hp, ternyata dari salah satu sahabat, sebut saja Cindy.
Pesan itu berbunyi, “Rey ngajak gue nonton. Gimana ya, terima ngga? Kalo buat having fun aja sih oke, tapi gue takut ada efeknya buat gue”.
Refleks, saya menekan tombol reply dan langsung mengetik cepat pada keypad Hp, “Terserah lo aja. Cuma lo yang tau, ada efeknya atau enggak buat hati lo”… send.


Hhhhh….saya hanya bisa menghela napas panjang.
Saya ingat terakhir kali Cindy bercerita pada saya tentang kisah cintanya kira-kira sekitar bulan Oktober 2007. Saat itu untuk pertama kalinya dia mengakui bahwa dia sedang dalam dilema. Dia jatuh cinta pada rekan sekantornya, Rey. Lalu, apa yang salah sehingga dia mengalami dilema?
Rey adalah pria single, tapi…”not available”, dengan kata lain, Rey sudah memiliki pacar dan sudah menjalin hubungan selama kurang lebih 4 tahun, dan sedang dalam tahap menuju ke jenjang pernikahan. Namun, Cindy dan Rey mengakui bahwa kedekatan mereka bukan sekedar teman biasa, ada perasaan lain yang mulai tumbuh diantara mereka….cinta.

“Gue takut karma”, Cindy menjelaskan mengapa dia dilema. “Dan gue, ga mau merusak hubungan orang lain”, lanjutnya.
“Tapi sulit sekali menghentikan perasaan ini, gue nyaman dan menikmati saat-saat bersama dia.”
“Hhhhh…….” Cindy menghela napasnya.

Yah…Cindy dan Rey menjadi dekat awalnya karena tugas kantor yang membuat mereka sering bersama. Ditambah dengan kos mereka yang berdekatan dan membuat mereka seringkali pulang bareng, lalu dilanjutkan dengan ngobrol di kos Cindy berjam-jam. Terkadang, pada hari-hari kerja, mereka nonton atau jalan bersama. Namun, pada waktu weekend, Cindy menghabiskan waktunya sendirian, sedangkan Rey kembali menunaikan perannya sebagai pacar kekasihnya.
Ironis sekali.

Pada waktu itu, saya bertanya pada Cindy…apakah Rey mengakui bahwa dia pun memiliki perasaan yang sama terhadap Cindy?
Dan pada waktu itu Cindy mengatakan Rey mengakuinya. Namun, Rey adalah seorang pria yang sangat-sangat baik menurut Cindy, sehingga dia tidak akan pernah tega memutuskan kekasih yang sudah menjalin hubungan dengannya selama 4 tahun.
Namun, Rey juga tidak bisa bersikap sebagai teman biasa terhadap Cindy.
Halah….halah…..ribet banget yaaaa…… Mau nya apa sih yaaaa……

Akhirnya saya memberikan pandangan saya (yang dianggap ekstrem oleh Cindy…hahaha)
Saya hanya mengatakan, sebenarnya, saya setuju pepatah, “Sebelum janur kuning melengkung, masih milik umum.” Saya tau, bagi sebagian besar orang, hal ini bisa dihujat, karena menyakiti hati / perasaan orang lain. Sebenarnya, tidak ada seorang pun yang ingin dikhianati, meskipun masih dalam tahap berpacaran.

Saya menjelaskan kepada Cindy, mengapa saya menyetujui pepatah itu.
Saya mengatakan kepada Cindy, “Sekarang mari kita coba pikirkan. Lo cinta Rey, dan Rey pun mengakui jatuh cinta sama lo, betul kan?” Cindy mengangguk tanda mengiyakan.
“Nah, seharusnya, kalian berdua bahagia.”
“Tapi, kalian berdua mengorbankan kebahagiaan itu…dengan alasan tidak ingin menyakiti kekasih Rey.”
“It’s okay, tujuan yang mulia, karena dengan demikian, dari 3 orang yg terlibat, meskipun ada 2 org yg tidak bahagia, namun 1 orang bahagia.”
Cindy tersenyum.
“Pertanyaannya selanjutnya Cin…. Kamu yakin, pacarnya Rey akan tetap bahagia kalau seandainya nanti mereka jadi menikah?”
“Yeah…why not?” Ada nada bingung dalam suara Cindy.
“Hmm….kalau begitu, mari kita berharap, Rey sungguh-sungguh dapat melupakan lo dalam hidupnya di masa depan.” Saya terdiam sejenak, lalu dengan pelan berkata,”Karena bila tidak, maka dari 3 org yang terlibat tadi…semuanya tidak ada yang berbahagai pada akhirnya.”

Saya mengingat dengan jelas…obrolan kami malam itu berakhir dengan komitmen Cindy untuk mengajak Rey bicara secara serius tentang kelanjutan hubungan mereka. Dan apabila Rey memilih untuk tetap bersama kekasihnya, maka Cindy memutuskan untuk mengatakan pada Rey bahwa dia tidak ingin menjalin kontak lagi dengan Rey diluar hubungan sebagai rekan kerja.

Hhhhh….dari ingatan masa lalu, pikiran saya kembali ke masa kini.
Setahu saya, Rey akhirnya memutuskan untuk tetap bersama kekasihnya. Sedangkan antara Cindy dan Rey, setelah dengan berdarah-darah dan bolak balik diem, terus bicara lagi..diem lagi..bicara lagi…masing-masing rasanya tidak mampu untuk memisahkan diri satu sama lain.
Minggu lalu, saya ingat dengan jelas, ketika secara tidak sengaja, saya memperhatikan Cindy dari meja kerja. Dan bahasa tubuhnya saat itu menunjukkan kegundahan hatinya dan dari layar komputernya, terlihat jendala Yahoo Messenger. Hmm…saya tau, dia pasti sedang chatting dengan Rey.

Setelah saya bertanya, “What’s up pal?”
Cindy menjawab cepat melalui Yahoo Messenger, yang intinya, dia sudah sampai pada taraf tidak mampu lagi dan memutuskan untuk berhubungan sama sekali dengan Rey, meskipun Rey marah atau tidak setuju dan tetap mencoba untuk menghubunginya.
Saat itu saya hanya mengatakan secara singkat, “Guud…”

Tapiiii…..lhaaa…kok sekarang ya masih bingung mau terima ajakan nonton atau ngga..??!@##$??
Hmmm, saya setuju pendapat yang seringkali mengatakan, “Kalau udah urusan hati…perasaan….suuusssyyyaaaahhhh deh.”
Yup…bener banget.

Sebenarnya, kadangkala kita terlalu mengasihani diri sendiri…senang berada dalam “penyiksaan”, terpuruk dalam “kubangan” kesedihan dan “menikmati” penderitaan.
Tidak tegas terhadap diri sendiri?
Mungkin iya.

Kepada seorang teman yang pernah curhat dan menceritakan kisahnya mengalami “hati yang luka”, saya pernah berkata, “Sebenarnya, dalam mengobati luka, ada 2 cara.”
“Yang pertama, diamputasi…dan yang kedua, diobati secara intensif.”

Cara pengobatan yang bagaimana yang harus ditempuh, tergantung dari kondisi dan situasi.
Kalau memang luka akan membahayakan bila tidak diamputasi..maka, amputasilah jalan terbaik.
Sebaliknya, bila dapat diobati, maka lakukan pengobatan secara intensif.
Adakalanya, dalam mengalami “luka hati”, tersedia pilihan : “amputasi” atau “obati secara perlahan-lahan”.
Amputasi adalah cara yang terlihat “mengerikan” dan “tidak dikehendaki”
Amputasi akan menimbulkan rasa sakit sekali, lalu selesai. Resikonya adalah, tentunya ada yang “hilang”. Dan kehilangan ini tetap akan membuat hati kita tidak akan pernah sama seperti dulu lagi. Namun hal-hal dari luka tersebut yang mungkin di waktu yg akan datang akan “membahayakan” hati kita sudah di buang sama sekali.
Sanggupkah kita sungguh-sungguh “meninggalkan” hal-hal yang pernah menjadi kenangan indah yang kemudian melukai hati kita? Tidak berhubungan sama sekali dengan orang yang pernah atau bahkan mungkin masih kita cintai?

Cara kedua, mengobati secara perlahan-lahan.
Luka yang diobati secara perlahan-lahan, jelas membutuhkan kesabaran dan ketahanan yang luar biasa.
Setiap kali diobati...rasa sakit akan masih terus terasa berulang-ulang, sampai lama kelamaan berkurang dan menjadi sembuh.
Membutuhkan kesabaran, karena kita harus menyembuhkan luka hati dengan perlahan-lahan.
Butuh ketahanan, karena kita masih bersama-sama dengan penyebab luka tersebut.
Terus bersama-sama dengan orang yang pernah atau masih kita cintai sementara kita tidak dapat memilikinya adalah hal yang sangat menyakitkan.

Cara mana yang anda pilih?
Seringkali yang terjadi adalah, kita mengatakan memilih cara kedua.
Tapi…kita tidak melakukan apa-apa untuk mengobati luka.
Mengobati dilakukan dengan cara, mencari obat yang tepat, membelinya, lalu meneteskan obat itu ke luka meskipun perih, membersihkan luka bila terjadi infeksi, merawat luka, mengganti perban..terus menerus sampai luka itu sembuh.
Seringkali, meski memilih cara kedua, kita enggan meneteskan obat karena takut pada rasa perihnya.
Malas membersihkan luka, mengganti perban karena “menikmati” memiliki luka itu.
Lantas, apabila luka itu menjadi borok, menyebar kemana-mana dan memperparah hati kita….siapa yang salah dalam hal ini?

Cara manapun yang kita pilih, semuanya membutuhkan komitmen kita, baik dalam menjalani maupun menanggung resikonya.
Anyway… It takes a minute to like someone, and hour to love someone, but to forget someone takes a life time.

If someone you love hurts you cry a river, build a bridge, and get over it.



Selengkapnya...

Sunday, April 20, 2008

Never Far Away

Tuhan memang tidak pernah berjanji bahwa langit akan selalu biru, bunga-bunga bertebaran disepanjang jalan kehidupan.
Tapi Tuhan menjanjikan kekuatan kepada kita utk melalui saat-saat dimana langit hujan dan kelabu, melewati jalan-jalan sulit dan berbatu.

Namun, mengapa seringkali ketika kita mulai mendapat kekuatan untuk melewati badai dan langit kelam... jalan terjal dan berbatu tajam...
saat kita mulai dapat melihat bahwa dibalik awan kelam, masih ada langit biru...
dapat melihat bahwa diantara bebatuan, masih ada sedikit bunga liar tumbuh...
kita kembali mengalami badai yg lebih hebat, bebatuan yang lebih tajam???

Bertahan…..
Mengapa seringkali sulit untuk bertahan?
Adakah Tuhan memampukan kita melewati semuanya?
Kita boleh jadi sadar bahwa Tuhan itu ada.
Tetapi, seringkali yang terjadi adalah…kita tidak ingat bahwa Tuhan itu selalu ada.

Saya seringkali mengalami hal ini.
Rasa terpuruk, menggali lubang sendiri dan
memerosokkan diri semakin dalam. Membelenggu diri dengan rantai besi.


Di awal bulan Desember ini,
Ketika hujan senantiasa membahasi bumi,
Ketika mata menatap tetes-tetes hujan di balik jendela kaca,
Ketika kepala menunduk menatap jalanan yang basah,
Saya teringat pada suatu klip dari sebuah website yang saya temukan 4 tahun yang lalu.

http://www.donghaeng.net/english/flash/flash12.htm
(please turn on your speaker)

Klip yang membuat saya tanpa terasa merasakan sesak di dada dan hangat di mata. Membuat saya kembali menyadari bahwa HIDUP ini adalah anugerah dan tugas Tuhan bagi saya.

Kesetiaan…..
Masih mampukah bertahan dengan setia, untuk menghargai anugerah dan menjalani tugas?
Ketika angin kencang menerpa, dingin meremukkan seluruh persendian,
Ketika terik matahari membakar, panas melepuhkan seluruh kulit,
Ketika tanpa terasa, airmata tidak lagi mampu mengalir,
Ketika diri tak lagi mampu berdiri di atas kedua kaki,
Ketika merangkak pun terasa sulit,
Saat itu saya sadar untuk segera mengangkat kedua tangan saya ke atas, dan membiarkan Tuhan menurunkan tangan-NYa……..


# Nobody knows when this journey ends, But everyone knows that there is an end…

(thanks to www.donghaeng.net, really a great work…GBU

Selengkapnya...